Wanita punya pilihan?
Wanita. Siapa yang wanita diantara kalian tunjuk tangan!! Yang merasa sekarang sudah jamannya emansipasi juga tunjuk tangan!!
Hehehe. Daan siapa yang punya contoh konkret dari emansipasi itu tunjuk tangan lagi!!
Untuk yang kali ini, saya tunjuk tangan. Dari judul cerita kali ini, sudah jelas bahwa saat dimana wanita punya pilihan itu adalah contoh dari emansipasi. Tapi pilihan yang bagaimana sih?
Oke, memang contoh yang saya angkat kali ini bukan ‘pilihan’ yang mungkin bagi sebagian orang itu besar. Dan saya juga cuma mengambil contoh dari iklan yang gak sengaja saya lihat di TV. Iklan apa sih?
Pernah liat iklan testpack, tapi instead of testing if you’re pregnant or not, it tested your fertility. So the idea is every woman (married or not) who wants to have sex can test her fertility in advance to choose have a sex ir not have to, or maybe yeah do somethin that won’t make she pregnant. The end of the ads is there’s a tagline : “Karena wanita punya pilihan”.
Yes. Every woman have a choice. But in this case, for me it’s a concrete examples. Karena selama ini, wanita cuma bisa nerima-nerima aja. Wanita harus punya pilihan untuk mengetahui dirinya sendiri. Maksud tulisan saya disini bukan untuk mendukung penjualan si ‘fertility testpack’ apalagi untuk digunakan sama orang2 yang belum menikah. For me, it’s their own choices to have sex or not. And my own choices is not to do it, until I get married. Karena wanita punya pilihan kan?
No trackbacks yet.