After The Honeymoon (review)
mumpung lagi bulan puasa, dibanding tidur melulu lebih baik baca buku! saya mau cerita tentang buku yang saya baca ya..
After The Honeymoon by Ollie. Saya tertarik beli novel terbitan GagasMedia ini, gara-gara covernya yang menarik. Terus dari judulnya juga sepertinya bukan novel teenlit yang udah bukan jamannya lagi buat saya baca (soalnya udah ga nyambung, hee hee). Tokoh sentral dari novel ini adalah Barra dan Ata, yang baru saja menikah dan pulang dari honeymoon mereka yang of course, feels like heaven. tapi.. drama baru dimulai seusai pesta.
saya ga bakal nyeritain isi dari buku ini ya.. karena saya yakin masih banyak reviewers lain yang bisa menceritakan jauh lebih baik daripada saya.
Saya cuma mau nyeritain apa yang saya cerna dan dapat dari novel ini. Saya baca novel ini juga gara2 penasaran, soalnya sampai sekarang saya termasuk dalam daftar wanita-wanita takut komitmen
.Saya masih berfikir pernikahan itu rumit, bukan sekedar membuat pesta perkawinan yang megah sesuai impian, bangun pagi melihat orang yang paling kamu cintai dan itu sudah cukup membuat kamu happy, atau melakukan kewajiban suami istri, punya anak, nyekolahin anak, liat anak menikah. dan selesai. I Love you till death do us apart. Saya tidak melihat pernikahan dari perspektif seperti itu. Dan hopefully, novel ini juga. novel ini jauh melihat pernikahan dari sisi realitasnya (yang tentunya gak lebay, dan gak dibuat-buat). Novel ini berhasil membuat saya tersadar kalau yang saya pikirkan selama ini, masih belum terlalu dalam, dan bahkan yang saya pikirkan selama ini tidak seburuk kenyataannya. Banyak hal yang harus benar-benar dipikirkan, mulai dari masalah financial, seperti motto “uangmu uangku, uangku..uangmu juga ga ya?” hehehehe. Atau apa yang harus dilakukan jika salah satu pasangan kamu karirnya melesat,dan pasangan lainnya biasa-biasa aja, dan bagaimana harus berperan ganda sebagai ibu dari anak-anak, juga sekaligus istri yang tetap passionate terhadap pasangannya. Dan yang sedikit berlebihan nih,tapi mungkin terjadi adalah campurtangan orangtua dari si pasangan. Bukankah orangtua ingin yang terbaik untuk anaknya?
Well, kesimpulan yang saya tangkep dari novel ini adalah: marriage is a big journey. Di dalam perjalanan itu, kamu tahu mana yang benar mana yang salah, jangan pernah lari dari masalah. Dan yang terpenting nih, buat kita yang masih muda muda belia, hee hee :p gak peduli usia berapapun kamu mau menikah, atau memutuskan untuk tidak menikah, hal itu harus benar-benar dipikirkan matang-matang! Yeah, walaupun saya masih muda banget gitu ya, (:p) ga ada salahnya sedikit memikirkan tentang masa depan saya, kan? karena esok adalah cerminan dari hari ini,bukan?
pada akhirnya, saya cuma mau bilang HAPPY READING,folks! bersiap-siap sedijadi metal (MEllow toTAL) yaa! hee hee

Keren juga. Mau nambahin ah, sebelum kita memilih pasangan untuk pernikahan, ada cerita dari zaman dulu yang pernah khrisna baca, dan perlu kita renungi juga. Tentunya buat sokha yang masih muda
Suatu hari, Plato bertanya kepada gurunya Socrates…
Plato: what is love?how i get it???
Socrates: Ada sebuah ladang yang luas didepan sana.go ther, Plato. Ambilah satu buah ranting, but you don’t back. Jika kau mendapatkan ranting yang kau anggap paling menakjubkan, artinya kau telah menemukan cinta!
Kemudian, Plato berjalan menelusuri ladang tersebut, Akhirnya, dia kembali dengan tangan kosong tanpa membawa apa pun.
Socrates: Plato, mengapa kau tidak membawa satu ranting pun???
Plato : Guru bilang aku cuma boleh membawa satu ranting saja. dan saat berjalan aku tidak boleh mundur kembali. Sebenarnya aku telah menemukan yang paling menakjubkan. tapi aku tidak tau apakah ada yang lebih menakjubkan didepan sana. Jadi, Ranting tersebut tidak aku ambil. setelah melanjutkan perjalanan aku baru sadar kalau ranting2 yang aku temukan kemudian tidak sebagus ranting yang td. jd akhirnya tidak 1 pun ranting yang ku ambil.
Socrates: itulah yang dimaksud dengan cinta, Plato
The day before tomorrow,
Plato: Apa itu Pernikahan guru??? Bagaimana aku bisa menemukan nya??
Socrates: Ada sebuah hutan yang besar didepan sana. Berjalanlah tanpa boleh mundur kembali dan kau hanya boleh menebang 1 pohon. Jika kau menemukan pohon yang paling tinggi, tebanglah…Dengan begitu kau telah menemukan apa itu pernikahan.
Dan kemudian, Plato mengikuti advice gurunya itu. berjalanlah plato memasuki hutan tersebut. tidak lama kemudian, si plato sudah kembali dengan membawa sebuah pohon.
That tree is not tall enaught!
Socrates: Why plato?? kenapa kau ambil pohon yang biasa2 saja seperti ini??
Plato: Aside my experience, setelah menjelajah hampir setengah ladang. ternyata aku kembali dengan tangan hampa. jd sekarang begitu melihat pohon yang aku anggap montok tp sedang2 saja dan menurut ku tidak terlalu buruk aku putus kan menebangnya! aku tidak mau kehilangan kesempatan untuk mendapatkan nya. Socrates: itulah yang dinamakan pernikahan.
Cinta itu semakin kamu cari semakin tidak akan kamu temukan. Cinta adanya didalam lubuk hati, ketika kita mampu dan mau menahan keinginan dan harapan yang lebih. Ketika Pengharapan dan keinginan berlebihan akan cinta maka percayalah yang kamu dapat hanyalah kehampaan. tak ada satupun yang kamu dapatkan dan waktu tidak dapat kamu mundurkan kembali
Pernikahan adalah kelanjutan dari cinta. pernikahan adalah suatu proses mendapatkan kesempatan. When you looking for the best diantara pilihan best yang ada, kamu sama saja telah mengurangi kesempatan untuk mendapatkan best love. Remember jika kesempurnaan yang ingin kamu dapatkan maka percaya lah kamu cuma akan menyia2 kan waktu.
Cerita ini berarti cerita sebelum buku After The Honeymoon terbit (maksa). Mudah2an bermanfaat buat sokha,hehehe
Oiya, app fb khrisna ya
hi khrisna. Thanks for the comment and the plato story. menginspirasi sekali. tapi memang sulit kan ya kalau nggak berharap. manusi itu emang dari sononya ga pernah puas. hee hee.
iya sama”..thats right, apa yg sokha blg bner bgt, krisna jg ngrasain kya gtu, smpai skrg ja masih cari” sampai yg dcari ssuai dgn kriteria,haha emang dasar manusia kali y..thanx uda d app fb ny