Hidden Treasure of Yogyakarta! (Part 1)
Hello Folks! Merry Christmast for those who celebrate it.. May the joy and peaceful always in our world..
Hehe.. ngomong-ngomong soal natal yang pasti deket tahun baru pasti pada siap-siap untuk liburan dong yaa! same with me, beberapa hari sebelum Natal saya bareng keluarga pergi ke Jogja. Sebenernya saya udah punya janji sebelumnya sama sahabat saya untuk pergi ke jogja awal tahun 2012, tapi apadaya, papa saya ngajak duluan dan memaksa… So I have to cancelled my appointment with my besties.. Sorry ladies..
Yogyakarta or maybe well-known as Jogja. For me, Jogja is always fascinated me with their culture, their tourism, keraton, etc. Jogja always made me want to come back, even so I’ve been there more than 5 times! hahahhaa… Jogja is always special to me not only because of the natural tourism they have, but the government who is also the Keraton is VERY serious about this city. They build the accomodation, good public transportation, and also access to tourism object nearby.
For you who has been to Jogja or never before, maybe you would say some of famous object tourism in Jogja like Keraton, Malioboro, Prambanan, Parangtritis, Borobudur (even it’s located in Magelang), and so on.. In my last holiday, my dad decide not to go to those place simply because we’ve already seen that in our past holiday. So first we decide to go some place we’ve never been before.
Day 1
We arrived in Jogja about at 6 PM. We haven’t had decide where to stay in Jogja. So we started to search hotel around Malioboro, and it’s really a bad timing! because it’s already a beginning of peak season the rate is already climbed up. And there’s a time when we found KAHA tour, tour who also selling hotel voucher so the buyer can get discount 20-40 percent from the published hotel rate. So we decided to use KAHA service and for this night we stayed at Amaris Jogja which is located at Jl. Dipenogoro closed to Tugu statue. FYI, the amaris jogja is a really nice place to stay, it is clean and comfy. You can see the review on tripadvisor .
Day 2
Karena kita cuma dapet semalem doang di amaris, jadi kita sekeluarga balik lagi ke KAHA unutk cari hotel untuk tinggal semalem lagi di jogja. Waktu di KAHA ini saya ketemu sama ibu-ibu yang nyaranin kita untuk dateng ke Goa Pindul. Goa? sounds boring ya. Jujur, saya pribadi ga terlalu suka pergi ke gua. Tapi,si ibu strangers ini bilang, ini gua dialiri air tanah,jadi kita bisa menjelajahi sungai di gua ini pake ban. Ban? serius lo? hahaha. Si ibu ini juga bilang, tempat ini belum terlalu dipromote,jadi masih sepi. Tapi udah tertata dengan baik. Jadilah atas saran ibu ini kita menambah itinenary kita yang tadinya hari ini cuma pengen ke pantai di gunungkidul, kita juga dateng ke goa pindul yang kebetulan masih di daerah gunungkidul.
Goa Pindul
Ternyata, perjalanan ke goa ini cukup memusingkan, folks! Hanya berbekal google maps, kita berangkat dari Jogja ke desa Bejiharjo, gunung kidul. Goa Pindul ini terletak di Desa Bejiharjo kawasan Gunungkidul. Perjalanan dari Jogja ke Gunugkidul amat baik, jalanan sudah beraspal mulus. But, masalahmuncul gara-gara nggak ada papan penunjuk jalan dimana si goa pindul ini berada. Karenakita udah nanya-nanya orang pada nggak tahu, kita memutuskan untuk ngikutin google maps. Sampai akhirnya we’re stranded in the land of nowhere. Kita masuk ke jalan desa yang boro-boro diaspal, jalannya cuma batu-batu yang ditambal pasir (apa pasor ditambal batu ya?) liat rumah-rumah disekitar sini, yang satu dan yang lainnya berjauhan, jadi inget sama film Sang Penari dimana rumah-rumah bilik joglo masih ada di desa ini. Mau nanya, serem juga.abis rata-rata orang disini bawa clurit (lebay lo kha.. mereka kan bawa clurit gara2 baru pulang dari kebun). Akhirnya kita terus ikutin jalan. Karena takut nyasar, kita tanya ke penduduk setempat, dan beliau kasih tahu kalau mau kedesa bejiharjo tinggalikutin jalan nanti ketemu jalan aspal. Setelah melewati jalan yang kita sendiri nggak tahu dimana, sampailah kita di Goa pindul.

ready for tube caving. yay!
Sesampainya di goa pindul, ga begitu banyak orang yang dateng kesini, saya cuma nemu beberapa grup kecil, ada turis arab, dan beberapa turis lokal. Ternyata di objek wisata ini, ada beberapa objek wisata, yaitu goa pindul, goa gelatik, dan sungai Oyong. Goa-goa ini tebentuk sebagai ciri karst, dimana gunung kidul kan emang strukturnya batuan kapur jadi ya terbentuk deh karst-karst alami berupa gua-gua.
say bye to the light!
Ticket price to enter Goa pindul is only IDR 30.000 it’s include insurance, and rubber shoe. There’s another package which we can explore goa gelatik (more difficult, we should creepin to enter the cave) and Sungai Oyong (rafting). So what’s so special about Goa pindul? As far asI can see before I entered the cave, it looks the same as Green Canyon in ciamis, West java (I’ve alreday wrote about this in my blog). But the differences are the water here is relatively calm. And we used a tube to explore this cave. Tube. Yes! its tube, a.k.a ban karet yang dibawahnya sudah dipasang tali-tali agar kita nggak tenggelam. Kedalaman sungai bawah tanah ini cukup dalam, antara 1 meter hingga 1meter. Didalam gua ini terdapat stalagmit dan stalagtit yang beberapa diantaranya masih aktif. Usut punya usut, ternyata objek wisata ini dikelola sendiri loh oleh warga setempat dari dana PNPM mandiri, bekerja sama dengan perseorangan yang keturunan chinese dari jogja yang memiliki tanah diatas goa ini.
turn off the light, and it’s totally a blackout!
kayak lagi ngelakuin ritual ya?
Secara umum, goa pindul ini sangat menarik. I felt more safe than when I explored green canyon. Kita itnggaldateng, duduk di ban, mau foto? kameranya dipegangin sama pemandunya, jadi kita tinggal gaya doang. hehehe… pemandunya juga baik dan ramah. Perjalanan di goa pindul ini terkesan santai sekali gara-gara si pemandunya selalu mencoba unutk bercanda, walaupun garing. Lain kali, saya mau datengkesini lagi tapi mau mencoba explore goa gelatik dan sungai oyong.
the exit.. see the water, it’s really beautiful!
Gunungkidul’s beaches
After having fun at Goa Pindul, we’re back to the plan. Now it’s time for… BEACH TIME!! maklum, orang gunung, jadi kalo kepantai pasti semanget
. Banyak pantai yang ada di kecamatan Tepus, kawasan Gunung Kidul ini. Misalnya saja, Pantai Indrayanti, Pantai Kukup, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Baron, Pantai Siung, dan Pantai Wediombo. Berbeda dari pantai-pantai yang ada di bantul, seperti parangtrirtis, pantai-pantai di Gunung Kidul rata-rata masih virgin alias belum banyak orang yang dateng kesana. Pasir putih, dan bebatuan yang indah bikin pantai-pantai di gunung kidul ini sangat spesial. Cuma satu nih, yang namanya pantai laut selatan yang langsung berbatasan dengan Samudera hindia, pasti ombaknya sangat tinggi dengan arus yang cukup kencang. Jadi saya sih ga pernah berani berengan di pantai-pantai laut selatan. Takut cyinn. hehehehe. saya cuma datang ke pantai Indrayanti, Sundak, dan Baron. Selain pantai ini saya nggak sempet untuk singgah karena waktu yang terbatas.
Pantai Indrayanti / Indrayanti Beach
Indrayanti? beneran nih nama pantai? kok kayak nama orang ya? hehehe kalau kamu curiga ini nama orang, kecurigaan kamu benar. Sebenernya nama pantai ini pantai Sediung / pantai pulang syawal (kalo ngga salah). Nama Indrayanti sendiri adalah nama pengelola swasta di pantai ini yang membangun penginapan dan restoran yang berupa gazebo. Begitu kita sampai di pantai Indrayanti, kita disuguhkan restoran pinggir laut dengan pemandangan yang indah dengan harga yang terjangkau. Kalau dilihat-lihat sih kayak jimbaran di Bali gitu, versi lebih mini.
Pantai Indrayanti ini masih tegolong relatif sepi dan bersih. Pasirnya yang putih, diapit dengan bebatuan besar di samping pantai, pokoknya ini bener-bener pas untuk menyepi sambil liat pemandangan yang indah. Kalau kamu lihat ke sekeliling pantai, pantai ini bersih banget, nggak ada sampah. Ternyata, si pengelola memang melarang keras para wisatawan untuk membuang sampah sembarangan, kalau ada yang buang sampah, denda 10.000!
white sands..
saya di antara celah bebatuan. nampang yee :p
kalau saya ada waktu untuk kesana lagi, saya pengen sekali nyoba nginep di pinggir pantai. Pasti romantis-unyu-gimana-getoh tidur sambil dikelonin deburan ombak. FYI, harga penginapan gazebo disini IDR 300.000 per malam.
Pantai Sundak
Sebelum saya ke indrayanti, sebenernya saya mampir ke pantai sundak dulu. Pantai ini nih, yang beberapa hari yang lalu ada di Happy Holiday Trans 7. Asal usul nama “Sundak” ini berasal dri kata “asu” atau anjing dan “landak”. Katanya di pantai ini si asu dan landak ini bertemu. Berbeda dari pantai Indrayanti, Pantai Sundak jauh lebih sepi, dimana hanya ada beberapa warung penjual makanan dan minuman konvensional yang hanya menjual makanan dan minuman ringan.
sisi sebelah kanan pantai sundak
Sebenarnya, saya masih pengen menikmati pesona pantai sundak yang sepi dari keramaian. malah pengen nikmatin sunset yang katanya bagus kalau dilihat dari pantai ini. Tapi apadaya, perut sudah keroncongan, jadi kita ke Pantai Indrayanti unutk cari makan. Goodbye Sundak, I hpewe’re gonna meet again
Ga pengen pegi rasanyaa
Ok, nanti saya lanjutin l;agi ya ke Part II ! See ya and happy holidayyyy


















